BGN Siapkan Aplikasi Rating MBG, Sekolah Bisa Beri Nilai SPPG 1 hingga 5

Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) sedang menyiapkan aplikasi khusus yang memungkinkan sekolah memberikan penilaian langsung terhadap kinerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur penyedia Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Melalui aplikasi ini, kepala sekolah dan guru bisa memberi rating bintang 1 hingga 5 sekaligus menuliskan catatan terkait kualitas layanan.

Kepala BGN Sudaryono (Mas Dar) menjelaskan, sistem penilaian tersebut dirancang mirip aplikasi pesan-antar makanan seperti GoFood atau layanan ojek online. Sekolah dapat menilai berbagai aspek, mulai dari kualitas menu, ketepatan waktu pengiriman, hingga kendala lain yang ditemukan di lapangan.

“Nantinya kami akan memberikan semacam aplikasi kepada Bapak-Ibu Kepala Sekolah. Seperti di ojek online, mereka bisa kasih bintang dan catatan terhadap dapur itu.

Apakah menunya jelek, apakah suka terlambat, atau permasalahan lainnya,” ujar Sudaryono dalam Kick Off Webinar Literasi bagi Kepala Sekolah pada 15 September 2026.

Aplikasi ini diharapkan menjadi saluran umpan balik langsung dari sekolah sebagai penerima manfaat. BGN ingin memantau kinerja SPPG secara lebih transparan dan objektif berdasarkan pengalaman nyata di lapangan. Hasil penilaian akan membantu lembaga mengidentifikasi SPPG yang perlu diperbaiki serta meningkatkan kepuasan “konsumen”, yaitu siswa dan sekolah.
Sudaryono menekankan agar sekolah tidak segan menegur SPPG jika ada masalah. Jika teguran tidak ditindaklanjuti, pihak sekolah diminta melaporkan langsung ke BGN, termasuk dengan menembuskan (CC) email keluhan.

“Dapur itu memang tidak takut sama Kepala Sekolah, tapi dapur itu takutnya dengan BGN. Maka izinkan kami terkoneksi dengan semua Kepala Sekolah di seluruh Indonesia,” tegasnya.

BGN menargetkan aplikasi rating ini dapat diakses oleh seluruh kepala sekolah dalam waktu 1–3 minggu setelah pengumuman (sekitar akhir September hingga awal Oktober 2026). Saat ini platform masih dalam tahap pengembangan.

Selain rating bintang, aplikasi juga akan dilengkapi fitur catatan agar sekolah bisa menyampaikan detail permasalahan secara spesifik. Data yang terkumpul akan menjadi bahan evaluasi BGN untuk menindaklanjuti SPPG yang mendapat nilai rendah, terutama terkait standar layanan dan keamanan pangan.

Langkah ini menambah instrumen pengawasan program MBG. Sebelumnya, BGN sudah meluncurkan aplikasi Reviu MBG pada Mei 2026 yang memungkinkan Person in Charge (PIC) di sekolah, posyandu, dan pesantren menilai empat parameter harian: ketepatan waktu distribusi, aroma, rasa, dan variasi menu.

Dengan adanya sistem rating baru ini, BGN berharap kualitas layanan dapur MBG semakin terjaga dan responsif terhadap masukan dari sekolah. Komisi IX DPR RI juga mendukung rencana tersebut, dengan catatan agar setiap penilaian rendah segera ditindaklanjuti secara serius, bukan sekadar menjadi angka bintang saja.

Aplikasi rating SPPG ini diharapkan menjadi salah satu cara memperkuat akuntabilitas dan kualitas Program Makan Bergizi Gratis yang saat ini melayani puluhan juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *