Jenazah di Pulau Enggano Teridentifikasi sebagai Surakman, ABK Kapal Rombongan Jurnalis Hilang

BENGKULU – Jenazah pria tanpa identitas yang ditemukan di perairan Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, beberapa waktu lalu, dipastikan sebagai Surakman (atau Sukarman), 60 tahun, salah satu anak buah kapal (ABK) KM Arupadatu 1. Kapal tersebut membawa rombongan jurnalis yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

Hasil pencocokan DNA yang dilakukan tim Disaster Victim Identification (DVI) Pusdokkes Polri memastikan identitas jenazah tersebut. Surakman merupakan warga Carita, Pandeglang, Banten, dan ayah biologis dari Yayan.

Kronologi Penemuan

Jenazah laki-laki dengan tinggi sekitar 163–165 cm dan diperkirakan berusia di atas 50 tahun ditemukan warga di kawasan pesisir Sawang Bengkok, Desa Kahyapu, Kecamatan Enggano, pada Sabtu (12/9/2026) sore. Korban saat ditemukan mengenakan celana pendek selancar.

Temuan ini kemudian dilaporkan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bengkulu. Karena tidak ada warga lokal yang mengaku kehilangan anggota keluarga, pihak kepolisian setempat sempat memakamkan jenazah pada malam harinya.

Setelah adanya koordinasi antara Polda Banten dan Polda Bengkulu, makam tersebut digali kembali. Jenazah kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu untuk otopsi dan identifikasi postmortem.

Latar Belakang Kejadian

Surakman merupakan salah satu dari delapan orang yang berada di kapal cepat Arupadatu 1. Kapal itu bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB, membawa lima jurnalis untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Rombongan terdiri atas lima jurnalis dan tiga awak kapal, termasuk Surakman sebagai ABK. Sejak saat itu, mereka hilang kontak di perairan Selat Sunda.

Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menjelaskan, hasil pemeriksaan DNA dengan kode PM/62/P.Enggano/01 secara genetik teridentifikasi sebagai Surakman.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan DNA operasi DVI Pusdokkes Polri terhadap seorang mayat Mister X yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, bahwa secara genetik teridentifikasi sebagai Surakman atau ABK kapal,” kata Hengki dalam konferensi pers di Polda Banten, Rabu (23/9/2026).

Saat ini jenazah masih berada di Bengkulu dan rencananya akan dibawa ke Banten untuk diserahkan kepada keluarga. Polisi masih terus mendalami nasib tujuh orang lainnya yang hingga kini belum ditemukan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *