Sumselnews.co.id Muara Enim | Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Muara Enim optimistis mampu meningkatkan perolehan kursi legislatif sekaligus merebut kursi eksekutif pada kontestasi politik mendatang.
Optimisme tersebut disampaikan H. Adriansyah usai terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Muara Enim Masa Bakti 2025-2030 dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Kabupaten Muara Enim yang digelar di The Melio Enim Hotel, Jumat (18/9/2026).
Musda tersebut dihadiri Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Selatan Andie Dinialdie, S.E., M.M., Ketua DPD Partai Golkar Muara Enim Hadiono, S.H., Plt Bupati Muara Enim Ir. Hj. Sumarni, M.Si., serta jajaran pengurus DPD Partai Golkar Sumsel.
Ketua Panitia Penjaringan Bakal Calon Ketua DPD Golkar Muara Enim, Riasan Basri, S.H., M.H., didampingi Jonidi, S.H., menjelaskan proses penjaringan telah dilaksanakan sesuai tahapan dan aturan organisasi.
Menurutnya, pendaftaran bakal calon ketua dibuka pada 16-17 September 2026. Pada 16 September, hanya H. Adriansyah yang mengambil formulir pendaftaran. Hingga batas akhir pengambilan formulir pada 17 September pukul 18.00 WIB, tidak ada kader lain yang mengambil formulir.
“Sepanjang tenggang waktu itu, dari tanggal 16 sampai 17 pukul 18.00 WIB tidak ada yang mengambil formulir, cuma ada satu orang, yaitu H. Adriansyah. Beliau juga sudah mengembalikan formulir tanggal 17 selepas salat zuhur,” jelas Riasan.
Dengan demikian, lanjutnya, berdasarkan data panitia, hanya H. Adriansyah yang mengambil sekaligus mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Muara Enim.
“Jadi hanya ada satu orang untuk calon Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Muara Enim. Semuanya sudah dilaksanakan sesuai tahapan dan aturan organisasi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Muara Enim sebelumnya, Hadiono, mengajak seluruh kader mulai dari tingkat desa, kelurahan, kecamatan hingga kabupaten untuk mendukung kepengurusan yang baru.
Ia berharap seluruh kader tetap solid dan bersama-sama menyukseskan program yang akan dijalankan ketua terpilih.
“Siapapun yang terpilih menjadi ketua, kita dukung programnya dan sukseskan. Semoga Partai Golkar ke depan lebih sukses, solid dan lebih maju lagi,” katanya.
Hadiono menambahkan, salah satu ukuran keberhasilan Partai Golkar adalah peningkatan perolehan kursi legislatif serta keberhasilan dalam kontestasi pemilihan kepala daerah.
Ia menyebutkan, pada pemilihan legislatif sebelumnya, Partai Golkar Muara Enim berhasil meningkatkan perolehan kursi dari lima menjadi enam kursi. Sementara pada Pilkada sebelumnya, calon yang diusung Partai Golkar juga berhasil memenangkan kontestasi.
Di sisi lain, Plt Bupati Muara Enim Ir. Hj. Sumarni, M.Si., menyampaikan ucapan selamat atas pelaksanaan Musda XI Partai Golkar Muara Enim. Ia berharap momentum tersebut semakin memperkuat peran Partai Golkar dalam pembangunan di Kabupaten Muara Enim.
“Insya Allah momentum ini akan menjadi tonggak sejarah yang semakin mengokohkan peran Partai Golkar dalam pembangunan di Bumi Serasan Sekundang,” ujar Sumarni.
Menurutnya, Partai Golkar merupakan salah satu bagian penting dari partai pengusung pasangan kepala daerah periode 2025-2030. Karena itu, hubungan pemerintah daerah dengan Partai Golkar diharapkan tidak sebatas hubungan formal, melainkan menjadi kemitraan strategis dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih karena Partai Golkar adalah salah satu partai pengusung yang sudah berhasil menghantarkan kami menjadi kepala daerah dan wakil kepala daerah,” katanya.
Sumarni juga mengapresiasi dukungan Partai Golkar melalui legislatif dalam mengawal berbagai kebijakan pemerintah daerah, mulai dari bidang infrastruktur, peningkatan ekonomi daerah hingga tata kelola pemerintahan.
Ia mengajak Partai Golkar untuk terus berjalan bersama Pemkab Muara Enim dalam mengawal realisasi program-program strategis pemerintah daerah.
“Stabilitas politik adalah syarat mutlak bagi berkelanjutannya roda pembangunan dan pelayanan publik. Saya mengapresiasi Partai Golkar yang selama ini senantiasa konsisten menjaga iklim politik yang sejuk dan kondusif di Kabupaten Muara Enim,” ungkapnya.
Sumarni juga menyoroti proses Musda yang hanya menghadirkan satu calon ketua. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan adanya kekompakan dan solidaritas di internal Partai Golkar Muara Enim.
“Insya Allah hari ini akan lahir pemimpin Golkar yang bukan hanya meningkatkan kursi di tingkat legislatif, namun akan berhasil untuk kursi eksekutif di tahun-tahun mendatang,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Sumatera Selatan Andie Dinialdie, S.E., M.M., menegaskan bahwa Musda bukan semata-mata soal siapa yang terpilih menjadi ketua, tetapi juga bagaimana seluruh kader dapat tetap bersatu setelah proses organisasi selesai.
“Yang menang bukan perorangan, tapi Partai Golkar. Karena itu, kami mengajak seluruh kader di Kabupaten Muara Enim tetap rapatkan barisan, saling menghormati dan merangkul,” tegasnya.
Ia meminta ketua terpilih tidak meninggalkan kader yang sebelumnya memiliki perbedaan pandangan dalam Musda.
Menurut Andie, perbedaan pandangan dalam forum organisasi merupakan hal yang wajar. Namun, setelah Musda seluruh kader harus kembali bersatu dan membangun organisasi.
Ia juga meminta kepengurusan baru segera melakukan konsolidasi, memperkuat struktur organisasi serta menghidupkan mesin Partai Golkar hingga tingkat kecamatan, kelurahan dan desa.
“Ukuran keberhasilan Partai Golkar bukan hanya kuat struktur, tapi juga besar manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Terpisah, Ketua DPD Partai Golkar Muara Enim terpilih, H. Adriansyah, mengatakan langkah awal yang akan dilakukan adalah melakukan peremajaan struktur organisasi mulai dari tingkat desa hingga kecamatan.
“Kita akan melakukan peremajaan struktural, mulai dari tingkat desa hingga kecamatan. Kita perbarui dengan amunisi-amunisi yang baru dalam rangka membuat Partai Golkar menjadi pemenang, paling tidak menjadi pemenang pertama di Kabupaten Muara Enim,” kata Adriansyah.
Menurutnya, target tersebut membutuhkan pembenahan infrastruktur partai dan strategi politik yang disusun secara matang.
Ia menegaskan, Partai Golkar memiliki dua tujuan utama dalam kontestasi politik, yakni merebut kursi legislatif dan eksekutif.
“Untuk mendapatkan kedua hal tersebut, infrastruktur dan strategi kemenangan harus tersusun dengan rapi. Artinya, langkah kita melakukan pembenahan struktur Partai Golkar dari desa sampai kecamatan,” jelasnya.
Adriansyah menyebut Partai Golkar Muara Enim sebelumnya pernah memiliki 11 kursi di legislatif. Karena itu, ia menilai target untuk kembali mencapai perolehan tersebut bukan sesuatu yang mustahil.
“Target kursi Partai Golkar untuk legislatif pernah 11 kursi, artinya tidak mustahil itu akan kita dapatkan nantinya,” ujarnya.
Selain legislatif, Adriansyah juga menyatakan Partai Golkar akan membidik kursi eksekutif. Ia menyebut peluang tersebut, termasuk dalam kemungkinan pelaksanaan pemilihan Wakil Bupati Muara Enim, menjadi salah satu agenda yang akan dipersiapkan.
“Untuk eksekutif, dalam waktu dekat ada kemungkinan besar pemilihan Wakil Bupati. Golkar harus memenangkan itu dan merebut kursi nomor dua tersebut,” pungkasnya. (Alhamd)







